E-Book Sejarah Kemandirian Kemadang

Adm_MT 07 Mei 2026 15:14:53 WIB

MEMBACA KALURAHAN KEMADANG DARI SEJARAH HINGGA KEMANDIRIAN DESA

Sebuah Laporan yang disusun tentang Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul berdasarkan Hasil Observasi Lapangan dan Focus Group Discussion sebagai output Field Study dalam Mata Kuliah “Kapita Selekta” oleh Mahasiswa Program Magister Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD) pada hari Senin tanggal 2 Juni 2025.

Asal Usul Desa atau Kalurahan Kemadang, Secara umum, desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui an/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem.pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasarkan Perubahan nomenklatur yang didasari oleh Maklumat Kasultanan Yogyakarta No. 5 Tahun 1948, yang mengatur perubahan struktur pemerintahan di Daerah istimewa Yogyakarta, Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan Pada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kalurahan menetapkan nomenklatur kalurahan sebagai pengganti desa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perubahan ini merupakan upaya untuk mempertahankan dan memperkuat tradisi lokal di Yogyakarta dengan mengganti istilah "desa" yang umum digunakan di Indonesia dengan istilah "kalurahan" yang lebih spesifik untuk Daerah istimewa Yogyakarta. Melalui perubahan ini, kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki otonomi yang lebih besar dalam mengatur urusan pemerintahan lokal, sesuai dengan prinsip keistimewaan. Kemadang merupakan salah satu kalurahan yang berada di kecamatan Tanjungsari kabupaten Gunungkidul provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Istilah nama “Kemadang” berasal dari kata “Kekadangan” yang berarti persaudaraan. Hal ini mencerminkan semangat kolektif dan gotong royong masyarakat setempat. Kalurahan Kemadang secara administratif diakui melalui Rijksblad Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Nomor 12 Tahun 1916 yang ditetapkan pada tanggal 17 Mei 1916 hari Rabu Pahing tanggal Kaping 14 tahun 1846 Jawa yang mengatur kabupaten Gunungkidul bagian dari Kasultanan Ngayogyakarta,terdiri dari 3 (tiga) distrik yaitu Wonosari, Paliyan dan Semanu. Didalam Rijksblad tersebut nama Kemadangkulon dibawah distrik Wonosari onderdistrik Tepus nomor 49. Dengan dokumen tersebut menjadi dasar berdirinya Kalurahan Kemadang. Tokoh awal pemerintahan Kalurahan Kemadang adalah Ponco Kariyo, yang menjabat sebagai lurah pertama pada periode 1916–1948. Beliau menjadi pemimpin desa saat Kemadang pertama kali ditetapkan secara administratif. Berikut adalah daftar lurah di kalurahan Kemadang tahun 1916-2025;

1 Ponco Kariyo 1916 - 1948

2 Kariyo Sentono 1948 - 1965

3 Radiyo Sumarno 1965 - 1984

4 Harjo Suwito 1984 - 1988

5 Pawiro Sentono 1988 - 1999

6 Ngatno 1999 – 2007

7 Sutono 2008 s/d sekarang

Pendirian dan penetapan Kalurahan Kemadang didorong oleh kebutuhan administratif masa kolonial, serta mobilitas masyarakat di kawasan pesisir selatan Gunungkidul yang membutuhkan pengaturan wilayah dan pemerintahan lokal yang lebih sistematis. Proses pendirian berlangsung formal melalui pengesahan rijksblad, bukan melalui konflik. Namun, pengembangan wilayah berikutnya dihadapkan pada tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur dasar pada awal abad ke-20.

SELENGKAPNYA klik >>>

Dokumen Lampiran : E-Book Sejarah Kemandirian Kemadang


Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • H.Wasono Bali
    Perlu dilestrikan obyek wisata terbaru ini disisi ...baca selengkapnya
    14 Mei 2018 16:02:14 WIB
  • Forandaka
    selamat untuk teman-teman yang terpilih menjadi ka...baca selengkapnya
    24 April 2018 13:32:44 WIB
  • ngadino
    selamat bertugas ,semoga amanah yang tulus dan mem...baca selengkapnya
    03 Januari 2018 14:29:01 WIB
  • Nurul
    Selamat siang pak, saya ingin bertanya untuk data ...baca selengkapnya
    29 Desember 2017 10:40:06 WIB
  • Iksan
    wah saya kalah...baca selengkapnya
    28 Desember 2017 21:19:33 WIB

  • sak joose semoga amanah yg lulus dan membawa perub...baca selengkapnya
    28 Desember 2017 20:00:01 WIB
  • Ngadino
    ayo maju terus desa kemadang...baca selengkapnya
    13 Desember 2017 14:09:35 WIB
  • Rustin
    Semoga air segera surut, dengan gotong royong semu...baca selengkapnya
    28 November 2017 08:26:58 WIB
  • Priyanto
    Ikut prihatin, semoga diberi kesabaran....baca selengkapnya
    23 November 2017 14:42:24 WIB
  • Priyanto
    Ikut prihatin, semoga diberi kesabaran....baca selengkapnya
    23 November 2017 14:42:22 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial